benito
13 May 2009, 19:14
BOLAVAGANZA 91
Special Edition Final Liga Champion
=== Barcelona vs Manchester United ===
10 Tahun Treble Winners Man Utd
Silahkan Klik utk perbesar...
http://img208.imagevenue.com/img.php?image=11922_91-MEI09_122_127lo.jpg (http://img253.imagevenue.com/img.php?image=08344_90-APRIL09_122_117lo.jpg) http://img208.imagevenue.com/loc127/th_11922_91-MEI09_122_127lo.jpg (http://img208.imagevenue.com/img.php?image=11922_91-MEI09_122_127lo.jpg)
IN-DEPTH STORY
The Real Final
Final Idaman "Barcelona vs Man Utd"
MATCH FACTS
- Manchester United berambisi menjadi juara Liga Champion untuk keempat kalinya sekaligus menyamai rekor Nottingham Forest dan Liverpool yang mampu jadi juara dua kali berturut-turut.
- Barcelona berupaya menjadi juara Liga Champion untuk ketiga kalinya sekaligus meniru prestasi AC Milan yang sukses jadi juara Liga Champion 2006/07 di tengah kepungan tiga kontestan asal Inggris (Chelsea, Liverpool, dan Manchester United).
-Sejauh ini Lionel Messi menjadi top skorer Liga Champion 2008/09 ini dengan mencetak delapan gol. Sedangkan Cristiano Ronaldo tercatat sebagai pemain yang paling banyak melakukan shot on target yakni 32 kali.
-Sir Alex Ferguson berambisi mencatatkan diri sebagai pelatih Manchester United yang sukses membawa skuadnya tiga kali meraih sebagai juara Liga Champion.
-Jika Barcelona meraih trofi Liga Champion 2008/09 ini, Josep Guardiola akan mencatatkan diri sebagai pelatih termuda di pentas Liga Champion yang mampu membawa skuadnya sebagai juara. Kini dia telah berusia 38 tahun.
10 TAHUN TREBLE WINNERS
MANCHESTER UNITED
1999 – 2009
Mei 2009, tepat 10 tahun yang lalu Manchester United mengukir prestasi mencengangkan: Treble Winners. Red Devils menjadi juara Premiership, lalu merebut Piala FA, dan kemudian trofi Liga Champion. Semuanya dirangkum dalam semusim, yaitu musim kompetisi 1998-99.
Sukses itu terasa spesial karena United melakukannya ditengah persaingan domestik yang keras serta belum ada lagi klub Inggris yang sukses di Eropa setelah terakhir kali Liverpool melakukannya pada 1984.
Bukan sebuah ungkapan bombastis apabila kemudian manajer Alex Ferguson menyebut United’99 adalah pasukan yang keras kepala, tidak punya belas kasihan, dan terlahir sebagai juara. Bagi Ferguson pribadi, prestasi treble membuatnya dianugerahi gelar ”Sir” oleh kerajaan Inggris.
Tidak mudah untuk mencetak prestasi akbar seperti ini. Karena itu, sukses treble winner 1998-99 yang ditorehkan United pantas untuk diingat, disimak, serta menjadi pelajaran, bagaimana sesuatu yang mustahil bisa direalisasikan lewat kegigihan, kerja-keras, serta mental nan kukuh.
Football Glamour
Sylvie van der Vaart
Netherlands’ Best Dressed Woman
http://img413.imageshack.us/my.php?image=1213sylvie01.jpghttp://img413.imageshack.us/img413/5064/1213sylvie01.th.jpg (http://img413.imageshack.us/my.php?image=1213sylvie01.jpg)
Kalau di Inggris ada Victoria Beckham, maka Belanda punya Sylvie van der Vaart. Istri gelandang tim nasional Belanda, Rafael van der Vaart, itu dikenal sebagai model, bintang film, dan presenter televisi. Di Eropa, setidaknya di Belanda dan Jerman, nama Sylvie van der Vaart beken bukan main.
Februari lalu, ia muncul di Amsterdam untuk menerima penghargaan sebagai Wanita Belanda Berbusana Terbaik versi majalah mode keluaran Negeri Kincir Angin, Jackie. Sebelum menikah dengan Van der Vaart, Sylvie lebih dulu dikenal sebagai Sylvie Meis, atau lengkapnya Sylvie Francoise Meis. Menurut situs The Internet Fashion Database, ukuran vital Sylvie adalah tinggi 172 cm, lingkar dada 80 cm, cup ukuran C, lingkar pinggang 71 cm, dan lingkar pinggul 86 cm. Nyonya Van der Vaart ini lahir di Breda, Noord-Brabant, 13 April 1978. Sejak berusia 18 tahun, Sylvie memutuskan untuk menjadi model. Kemudian, wajahnya pun muncul dalam berbagai pose yang dikeluarkan oleh agen-agen model.
Football Celebrity
Relient K
Must Have Done Football
http://img260.imagevenue.com/loc166/th_18088_20-21-RelientK_122_166lo.jpg (http://img260.imagevenue.com/img.php?image=18088_20-21-RelientK_122_166lo.jpg)
Tidak selamanya Amerika jadi surga industri musik. Hal ini dirasakan oleh Relient K, band pop rock asal Ohio ini malah menyeberang ke daratan Inggris Raya setelah lagu andalannya Must Have Done Something Right mendapat sambutan besar di sana. Terima kasih kepada sepak bola yang mereka masukkan dalam video klip lagu itu. Berkat olah raga yang tidak populer di AS inilah mereka makin dikenal di seluruh dunia setelah lagu hits-nya itu masuk dalam chart Billboard 100 hit songs.
“From now on, we must have done football,” canda Matthew Thiessen, gitaris dan pencipta lagu Relient K. Kesuksesan ini bagi Thiessen dianggap seperti pecah telur, ia banting tulang menjaga keutuhan band yang sejak berdiri pada 1998 terus saja berganti komposisi dan juga harus mempertahankan kontrak dengan perusahaan rekaman yang sempat menolak beberapa demo album yang berisikan lagu hits ini. Lagu Must Have Done Something Right ini adalah lagu andalan yang diambil dari album kelima mereka “Five Score and Seven Years Ago”.
Football & Music
UEFA CHAMPIONS LEAGUE THEME SONG
ALUNAN NADA KEMEGAHAN
http://img139.imagevenue.com/loc1070/th_19072_28-29Royal_Philharmonic1_122_1070lo.JPG (http://img139.imagevenue.com/img.php?image=19072_28-29Royal_Philharmonic1_122_1070lo.JPG)
Bila suka melihat tayangan live pertandingan Liga Champion di salah satu televisi Indonesia kala dini hari, kita pasti mendengar lagu tema Liga Champion di awal dan akhir siaran. Biasanya kita cuma dapat mendengar jernih kata Champion di ujung lagu tersebut. Walau begitu atmosfer yang tercipta lewat lagu ini terasa megah untuk didengar dan dinikmati. Lagu ini diberi dijudul Champions League.
Tahun 1992, UEFA (Badan Sepakbola Eropa) meminta komposer asal Inggris Tony Britten membuat lagu tema Liga Champion. Lalu Britten mengaransemen bagian dari simfoni Coronations Anthem yang berjudul “Zadok the Priest” karya komposer era Baroque, George Frideric Handel. Lagu ini kemudian dinyanyikan oleh koor Academy of St. Martin in the Fields dengan diiringi musik dari Royal Philharmonic Orchestra.
More Than A Match
Francesco Totti
Matikan Lampu Untuk Earth Hour
http://img221.imagevenue.com/loc205/th_19299_30-31-TOTTI_122_205lo.jpg (http://img221.imagevenue.com/img.php?image=19299_30-31-TOTTI_122_205lo.jpg)
Apakah Anda ikut mematikan lampu selama gerakan Earth Hour pada Sabtu, 28 Maret 2009, pukul 20.30 hingga 21.30 WIB? Kalau iya, berarti Anda bergabung bersama gerakan dunia bekerja sama dengan World Wildlife Fund (WWF) untuk mengambil tindakan mengatasi Global Warming. Salah satu pendukung gerakan ini adalah “Pangeran Roma” Francesco Totti yang secara simbolik mematikan lampu Colosseum Roma.
Dua hari sebelum hari gerakan ini digelar layaknya seorang pemimpin, kapten AS Roma ini menghimbau penduduk ibukota Italia itu untuk ikut aktif secara bersama-sama. “Saya menghimbau penduduk Roma untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dengan ikut serta, kita membuktikan kepedulian untuk dunia yang semakin tua,” ujar Totti dalam situs resmi WWF.
Football & Leader
José Luis Rodríguez Zapatero
Més que un Barça!
http://img16.imagevenue.com/loc876/th_19585_94-95_Zapatore3_122_876lo.jpg (http://img16.imagevenue.com/img.php?image=19585_94-95_Zapatore3_122_876lo.jpg)
Futbol Club Barcelona, kerap disapa Barça (baca: Barsya), merefleksikan eksistensinya dengan moto Més que un club. Lebih dari sebuah klub. Ini kalimat bersayap, sebab ‘lebih dari sebuah klub’ itu artinya sebuah visi, tujuan, harapan— yang entah sampai kapan harus diraih.
Dalam 120 tahun petualangannya (berdiri 29 November 1899), klub ekslusif ini sulit dicegah untuk tidak mengakuisisi nama wilayah mereka berada. Barcelona sebuah kota atau sebuah klub sepak bola? Més que un club adalah filosofi, value system, upaya memahami dan menginterpretasikan olahraga dan dunia di mana mereka hidup. Label Barça lebih dari soal nasionalisme, demokrasi atau anti-kemapanan. Betulkah?
Madrid, April 2006. Dua pekan jelang final Liga Champion di Paris, José Luis Rodríguez Zapatero mendapat kejutan yang tak diduga. Saat berpidato di depan simpatisan Partai Sosialis Pekerja yang dipimpinnya, tiba-tiba dia dicemooh, dihujat dan dimaki ribuan peserta. Apa pasal? Sepele. Tapi barangkali juga tidak. Sebagai bumbu orasinya, PM Spanyol sejak 2004 ini rupanya percaya Barcelona akan menjuarai Liga Champion.
NUKILAN BUKU
WHEN FRIDAY COMES, FOOTBALL IN WAR ZONE
WAJAH SEPAKBOLA IRAK
http://img268.imagevenue.com/loc529/th_19802_DSC00126_122_529lo.jpg (http://img268.imagevenue.com/img.php?image=19802_DSC00126_122_529lo.jpg)
Perang dan sepakbola adalah dua hal yang kontradiksi. Namun perang dan sepakbola adalah dua fakta yang tengah terjadi di Irak. Yah, saat ini Irak tengah dikoyak-koyak peperangan yang melibatkan kaum Sunni, Shiah, Kurdi, serta pasukan Sekutu yang dipimpin AS. Walau begitu, sepakbola tak pernah hilang dari benak rakyat Irak. Bahkan sepakbola jadi lambang perdamain dan persatuan Irak.
Hal inilah yang diungkapkan James Montague, koresponden BBC sekaligus penulis buku, dalam bukunya, When Friday Comes, Football In The War Zone. Montague memaparkan sepakbola di tengah-tengah daerah konflik, salah satunya di Irak, khususnya di wilayah bagian utara yang biasa disebut Irak Kurdi. Dia pun mengungkapkan betapa sepakbola terbukti mampu menghapuskan sekat-sekat perbedaan diantara rakyat Irak.
SOSOK
Gerard Pique Bernabeu
Barcelona’s Powerful Guard
http://img21.imagevenue.com/loc803/th_18721_22-27_Pique12_122_803lo.jpg (http://img21.imagevenue.com/img.php?image=18721_22-27_Pique12_122_803lo.jpg)
Empat tahun berdomisili di Inggris, Pique disambut bak anak hilang di Barcelona. Situs resmi Barcelona membuatkan satu halaman feature khusus untuknya, berisi tentang kisah-kisah kembalinya Pique.
Beberapa saat setelah menandatangani kontrak yang mengikatnya dengan Barcelona selama empat musim, bek berusia 22 tahun ini mengatakan bermain di Barcelona adalah impiannya.
“Saya selalu memimpikan untuk bisa kembali ke Barcelona. Ketika saya pergi, saya pikir akan sangat sulit untuk bisa kembali, ternyata tidak demikian adanya,” kata Pique, ketika diwawancara oleh Barca TV, seraya menyebutkan bahwa kembali ke Barcelona adalah pilihan pertama dan satu-satunya.
Pengalaman – sebagai pesepak bola dan di kehidupan pribadi -- didapat Pique dari Manchester United dan juga ketika ia dipinjamkan ke Real Zaragoza.
“Saya mengalami sangat banyak kemajuan, baik itu di kehidupan pribadi maupun sebagai pesepak bola. Sebagai pesepak bola, saya banyak belajar karena dikelilingi pemain-pemain kelas dunia. Bersama Manchester, saya pernah memenangi Liga Champion. Saya berharap bisa mengulangnya bersama Barcelona,” kata Pique.
LIGA INGGRIS
=== Laporan Langsung Darojatun dari Inggris ===
Trio Inggris di Semifinal Liga Champion 2008/09
Berjayalah Sebelum Dikebiri Pajak dan Kelesuan Poundsterling
http://img245.imageshack.us/img245/6910/dsc00770t.th.jpg (http://img245.imageshack.us/my.php?image=dsc00770t.jpg)
Rata-rata pemain milik big four Inggris itu terikat kontrak selama minimal tiga tahun. Jadi, tidak perlu khawatir bahwa resesi ekonomi di semester kedua 2008 bakal langsung berimbas pada kualitas klub-klub Premier League di tatanan Eropa. Benar? Salah!
Ya, semula efek krisis ekonomi dianggap tidak bisa menjadi sebuah tsunami yang mendadak menggusur para jagoan Premiership dari Liga Europa dan Liga Champion.
Efek persoalan ekonomi 2008 baru terasa ketika masa kontrak pemain pilar habis di medio 2011 atau 2012. Nah, pada saat itu kondisi finansial klub seperti Manchester United, Liverpool, Chelsea, dan Arsenal, jelas sudah kembali membaik.
Kesimpulan yang dibuat dalam kolom sepak bola Guardian dan The Telegraph itu valid tanpa sebuah variabel yang tidak terduga-duga muncul di akhir April kemarin.
Tak disangka-sangka pemerintah Inggris menyikapi kelesuan nilai poundsterling terhadap mata uang Euro dengan meluncurkan paket perpajakan baru. Ini sejalan dengan niat negara-negara di United Kingdom untuk menaikkan pendapatan umum negara lewat pajak sebesar hingga 40% - 50%!
LIGA ITALIA
10 Alasan Bencana Italia di Eropa
http://img516.imageshack.us/img516/9141/7475berlusconi.th.jpg (http://img516.imageshack.us/my.php?image=7475berlusconi.jpg)
Badai itu belum mau berlalu. Ironis, jalan menuju Roma bahkan tidak ada wakil Italia yang sudah terkikis habis sejak di perdelapanfinal Liga Champion musim ini. Terakhir, wakil calcio di “kasta kelas dua” Piala UEFA habis setelah Udinese kalah dari Werder Bremen di perempatfinal. Untuk kedua kalinya, wajah Italia di Eropa harus tercoreng. Tidak satupun klub Serie A mampu menembus babak 16 besar Liga Champion, sementara Udinese ternyata masih lebih beruntung ketimbang klub lain. Di sisi lain, Premier League kembali menempatkan 3 wakil di semifinal dalam 3 musim beruntun. Jelas harus ada yang dilakukan, namun klenik siklus 10 tahunan juga menarik untuk disimak. Setidaknya ada 10 alasan mengapa klub Serie A kembali gagal di Eropa.
Italia di Liga Champion
Selamat Datang Milan
http://img219.imageshack.us/img219/7512/7881inzaghi.th.jpg (http://img219.imageshack.us/my.php?image=7881inzaghi.jpg)
Beberapa hari belakangan ini suasana Milanello, pusat latihan AC Milan, sangat sumringah sekali. Lagu “Take A Bow” dari Rihanna (bukan lagu Madonna yang punya judul sama) kerap terdengar lantang sejak pagi-pagi. Lagu artis RnB asal AS yang dua kali gagal datang ke Jakarta itu rupanya menjadi gambaran suasana baru di Rossoneri, Clarence Seedorf dan Ronaldinho menjadi pemain yang paling enjoy menikmati lagu sambil antri mengambil sarapan. Ya, kemenangan beruntun di bulan April membuat Milan kini sudah memesan satu tiket ke Liga Champion musim depan. Internazionale Milano, AC Milan dan Juventus adalah wakil ideal Italia di kancah Eropa.
Serie A punya 4 tiket untuk berlaga di Liga Champion, 3 besar langsung lolos ke penyisihan grup dan satu lagi harus bermain lebih dulu dari babak kualifikasi. Melihat dari pengalaman dua tahun lalu, Rossoneri sukses merebut gelar juara meski mereka dirundung tekanan pasca Calciopoli. Para pemain kini terlihat lebih rileks dan Carlo Ancelotti menyatakan bahwa mereka tidak lagi bernafsu merebut gelar Scudetto setelah kemenangan atas Palermo 3-0 di giornata ke-33. Keyakinan itu seperti bertuah manis, karena disaat bersamaan eks gelandang Rossoneri, Roberto Donadoni, sukses memimpin anak asuhnya menumbangkan juara bertahan Inter 1-0.
Benvenuto Genoa!
http://img509.imageshack.us/img509/1176/8283genoa.th.jpg (http://img509.imageshack.us/my.php?image=8283genoa.jpg)
Hanya butuh 3 musim Genoa bisa kembali ke pentas Eropa. Berawal dari promosi ke Serie A bersama Juventus dan Napoli pada 2006/07, Il Grifone membuat tifosi kembali bernostalgia akan masa-masa emas pada abad ke-20 saat mereka pernah meraih 9 Scudetti dan hingga sekarang Genoa masih masuk dalam 4 besar peraih gelar juara terbanyak setelah Tridente Utara, Juventus, AC Milan dan Inter.
Ya, Genoa adalah salah satu kekuatan Utara yang hilang cukup lama. Pamornya sempat hilang ditelan oleh rival sekota, Sampdoria. Dengan stok pemain bongkar-pasang, klub yang sudah berdiri sejak 1893 ini ternyata bisa membuat perhitungan dengan pesaingnya. Memang hingga kini Genoa belum mampu mengganggu hegemoni Tridente Utara itu, tapi setidaknya posisi tawar klub milik Giambattista Pastorello ini menjadi lebih baik. Tidak hanya pertarungan mereka di zona Eropa, tapi juga hak siar mereka musim depan yang diyakini akan terdongkrak naik.
LIGA SPANYOL
Spanyol untuk Liga Champion 2009-2010
Barcelona, Madrid, …, …
http://img16.imageshack.us/img16/1111/8689henry.th.jpg (http://img16.imageshack.us/my.php?image=8689henry.jpg)
Terakhir kali, Real Madrid menjadi juara di Liga Champion adalah musim 2001-2002. Sejak itu, tujuh musim telah berlalu dan Real Madrid masih penasaran bagaimana caranya menggenapi ruang trofi dengan La Decima, trofi ke-10 di Liga Champion.
Soalnya, musim jaya terakhir kalinya itu, Madrid kesulitan untuk bisa terus disebut sebagai The Best Club in History.
Jika Anda pernah masuk ke ruang trofi Stadion Santiago Bernabeu, dulu pernah ada sebuah plakat besar di pintu masuk. Tulisannya sebagai berikut:
"Trophies tell the whole story, [they are] the result of wise presidential administrations, the talent of great players, the fascinating power of an impressive stadium and the unswerving support of Spain's most loyal and numerous fans."
Di dalam ruangan itu tersimpan berbagai jenis trofi. Trofi-trofi itu sudah dipindah ke museum, demikian pula dengan plakatnya. Kalau dilihat jumlahnya, kita akan sangat setuju Madrid adalah klub terbaik sepanjang sejarah.
LIGA JERMAN
ASA DI TANGAN HEYNCKES
http://img524.imageshack.us/img524/4048/9091heynckes.th.jpg (http://img524.imageshack.us/my.php?image=9091heynckes.jpg)
Pertarungan merebut gelar juara Bundesliga plus tiket ke Liga Champion dipastikan berlangsung ketat hingga partai pamungkas. VfL Wolfsburg, Hertha Berlin, Bayern Muenchen, VfB Stuttgart, dan HSV Hamburg punya peluang setara. Saat kritis ini, di penghujung musim, Bayern justru terlalu berani menunjuk Josef ‘Jupp’ Heynckes menggantikan Juergen Klinsmann yang dinilai gagal. Kini mampukah Heynckes jadi penyelamat ambisi FC Hollywood?
Selisih poin antar kelima kontestan ini cuma tipis. Contohnya, hingga spieltag ke-29, Wolfsburg memimpin di puncak klasemen sementara dengan 57 poin. Hertha Berlin bertengger di peringkat kedua mengumpulkan 55 poin. Sementara Bayern Muenchen (peringkat ketiga), Stuttgart (peringkat keempat), serta SV Hamburg (peringkat kelima) sama-sama mengantongi 54 poin. Ya, Bayern hanya unggul selisih gol dibandingkan Stuttgart dan Hamburg.
LIGA BELANDA
Giliran AZ
http://img413.imageshack.us/img413/2832/9293az.th.jpg (http://img413.imageshack.us/my.php?image=9293az.jpg)
Kapan terakhir kali juara Eredivisie bukan Ajax, Feyenoord, atau PSV? Harus nyontek dulu, karena itu sudah terjadi dahulu kala. Okay, ini dia. Terakhir kali adalah musim 1980-1981 dengan juaranya adalah AZ’67, yang merupakan cikal bakal AZ Alkmaar, pemimpin klasemen musim ini. Sedikit kilas balik. Sejak Eredivisie modern diperkenalkan pada musim 1956-1957, baru ada empat klub selain De Grote Drie alias The Big Three tersebut yang bisa menjadi juara. Mereka adalah DOS (1957-1958; DOS kemudian merger dengan Elinkwijk dan Velox membentuk FC Utrecht), Sparta Rotterdam (1958-1959), DWS (1963-1964, sekarang adalah klub amatir), dan AZ’67. Sisanya, Ajax menjadi juara sebanyak 22 kali, PSV 18 kali, dan Feyenoord 9 kali. Musim ini menjadi musim terburuk sepanjang sejarah Si Tiga Besar.
Dengan empat partai tersisa, besar peluang AZ Alkmaar untuk mengulang sukses 1981. Di bawah asuhan Louis van Gaal, Mounir El Hamdaoui dan kawan-kawan mendominasi Eredivisie.
VISI ARIEF NATAKUSUMAH
The Art of Arséne Wenger
EMPAT FRAGMEN kecil ini menunjukkan bagaimana Arsenal sekarang ini dan kesan terhadap koreografernya.
Fragmen 1. Siapa tak kenal Paul Charles Merson? Dia adalah salah satu bintang Arsenal di akhir 80-an dan awal 90-an. Kariernya di Highbury stop begitu Arsene Wenger tiba. Merse sebenarnya diperlukan, tapi dia lebih butuh duit dari Middlesbrough. Dimaklumi. Dia “BU” lantaran gemar judi dan arak. Lagi pula dia takut hobinya itu digelontor habis Le Boss.
Namun di Minggu malam, 8 Februari 2009, anak London asli kelahiran 20 Maret 1968 itu unjuk sesuatu yang minimal, bikin publik Gunners jadi lebih kompak. Baru setengah jam lebih nonton derby Tottenham Hotspur vs Arsenal, istri dan anak bahkan barangkali juga anjingnya, kaget setengah mati lantaran Merse memecahkan televisi plasmanya!
Alamak, kenapa dia? Apakah mabuknya kambuh lagi? Bukan, bukan itu. Dia murka besar usai melihat Emmanuel Eboue dikartumerah wasit Mike Dean. Tak jelas dia marah kepada Dean atau Eboue. Bisa juga kecewa karena gara-gara itu, Arshavin gagal debut. Pastinya, Merse pasti kesal berat sebab Arsenal memang terbukti urung menang atas Spurs.
INSPIRASI DEDI RINALDI
Jantungan Ala Premiership
Sekarang, para tim medis klub di Inggris diharapkan tidak lagi hanya terfokus mengurusi pemain ketika pertandingan berlangsung. Ada tambahan pekerjaan yang mungkin ke depan bakal menjadi trend, yaitu memperhatikan para manajer.
Setidaknya peristiwa yang dialami manajer Chelsea, Guus Hiddink kala menyaksikan pasukannya bertemu Liverpool di perempatfinal Piala Champion bisa dijadikan contoh. Tensi pertadingan yang tinggi ternyata ikut pula menaikkan detak jantung sang manajer.
Dengan usia manajer yang rata-rata diatas 40 tahun, detak jantung meninggi bukanlah hal yang bagus untuk kesehatan. Bagi kalangan medis, hal itu bisa memacu kematian. Apalagi, Hiddink telah berusia 62 tahun.
Pertandingan perempatfinal antara Chelsea kontra Liverpool yang berakhir 4-3 itu memang menegangkan. Kala itu Hiddink mengaku bahwa detak jantungnya mencapai 180 per menit. Bagi pria seusianya detak jantung maksimal seharusnya 160 per menit.
Lakon
Rumput dan “Akar Rumput”
Gara-gara rumput New Wembley yang amburadul, Arsenal atau Manchester United urung jadi juara Piala FA. Hanya kesebelasan yang ‘berjiwa’ off-road saja yang mampu ke final. Ini di Inggris. Di Indonesia, cerita soal rumput justru bukan soal final atau siapa yang juara sebab sudah jauh panggang dari api. Keluar dari rel-nya.
“Ah, masalah rumput tidak usah dibesar-besarkan,” ujar seorang presiden sebuah partai politik terkemuka. Pernyataan ini keluar saat Jakarta gempar akibat rusaknya lapangan stadion paling terhormat di republik ini.
Stadion yang pernah menggelar ajang olahraga Asian Games, GANEFO, SEA Games, bahkan PON, mengundang decak kagum David Platt, gelandang tim nasional Inggris awal 90-an. “Main di stadion sebesar dan semegah ini, membuat saya merasa sangat bangga, pengalaman tak terhingga.”
INJURY TIME
Thierry Henry dan Cedera Lutut
Bahaya Meliuk-liuk
http://img99.imageshack.us/img99/8424/9697henry1.th.jpg (http://img99.imageshack.us/my.php?image=9697henry1.jpg)
Bermain cantik di tengah lapangan adalah hal yang sangat menyenangkan untuk dilihat. Banyak pemain bintang yang menjadi idola karena aksinya yang menghibur, beberapa diantaranya adalah Diego Maradona, Pele, Kaka, Ronaldinho, Ronaldo, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi hingga Carlos Tevez. Tapi tahukah Anda bahwa aksi pemain-pemain itu tidak hanya menarik, melainkan membahayakan diri sendiri. Semakin sering pemain meliuk-liuk dan berakselerasi, maka ia akan semakin rentan cedera. Salah satunya tentu Thierry Henry yang diusianya yang diatas 30 makin sering didera cedera lutut.
Pemain sepak bola tidak jauh dari pembalap motor. Semakin cerdik dia berakselerasi, maka bahayanya akan selalu mengirinya. Dunia balap tentu mengenal Wayne Rainey yang harus mengakhiri karier balapnya setelah kecelakaan tragis yang membuatnya lumpuh. Ia dikenal sebagai pembalap yang penuh perhitungan dan banyak memberikan konsultasi gratis kepada siapapun termasuk rivalnya. Demikian dengan Titi, ia dikenal sangat matang dalam bermain. Punya visi yang baik dan bermain dengan gaya percaya diri yang tinggi.
REFEREE INSIDE
Tutup Celah Aksi Rasisme
http://img232.imageshack.us/img232/6213/98platini.th.jpg (http://img232.imageshack.us/my.php?image=98platini.jpg)
Diskriminasi dalam berbagai bentuk adalah tindakan yang tidak manusiawi. Di Amerika Serikat rasisme malah disamakan dengan wabah. Sebab, rasa benci kepada mereka yang dianggap berbeda itu bisa menular dari satu individu ke individu lain. Salah satunya adalah diskriminasi warna kulit.
Dalam dunia sepak bola, upaya untuk mengenyahkan wabah satu itu sudah cukup lama dikampanyekan. Contohnya Football Against Racism in Europe (FARE). Gerakan yang dibiayai komisi pemkot Eropa itu mengawalinya pada awal 1996. Namun, lebih dari 10 tahun berselang benih-benih kebencian terhadap sesama manusia itu masih merajalela.
Bulan lalu isu rasisme mencuat lagi di Italia. Bahkan, kali itu melibatkan dua klub raksasa, Inter Milan dan Juventus. Padahal sudah sejak lama negeri Pizza didatangi imigran dari belahan dunia lain. Nyatanya, rasisme bukan tidak umum di lingkaran bisnis sepak bola di sana. Untuk yang sudah-sudah biasanya pelanggar hanya didenda sejumlah uang. Tapi, kasus yang menimpa Mario Balotelli kala itu berbuntut panjang.
PSSI-WATCH
Piala Dunia dan Guus Hiddink
-- Free T-Shirt --
Next Topic -- Deadline 25 Mei 2009 --
“Mengingat banyaknya penafsiran yang keliru soal aturan permainan, perlukah para manajer, klub, ofisial serta pemain diberi pendalaman materi aturan? Bagaimana menurut Anda?” Silahkan kirim opini Anda ke bolavaganza@gmail.com dengan subyek PSSI-Watch
KOMUNITAS BOLAVAGANZA
CISC Kerja Bareng IndoBarca
http://img2.imageshack.us/img2/1083/110nobarca3.th.jpg (http://img2.imageshack.us/my.php?image=110nobarca3.jpg)
Nonton bareng pertandingan sepak bola kurang seru kalau tidak ada suporter tim lawan. Untuk itulah Rabu (29/4) dini hari lalu acara nonbar Semifinal I Liga Champion Barcelona vs Chelsea, kami kerja bareng dengan pendukung IndoBarca.
Komunitas suporter Barca Indonesia itu sebagai tuan rumah pada pertandingan tersebut mengundang CISC (Chelsea Indonesia Supporters Club) ke IBM Hanggar Futsal, Pancoran. Nobar dihadiri sekitar 100 suporter dari kedua kubu. Acara berlangsung meriah tapi menegangkan, meskipun pertandingan berakhir imbang tanpa gol.
Banyaknya peluang dan agresifnya serangan dari Barcelona membuat IndoBarca bersemangat menyanyikan lagu-lagu dukungan untuk tim kesayangannya. Meski Chelsea bermain sebagai tim tamu dan bermain defensif, CISC pun tak mau kalah dalam soal menyanyikan chants. Sebuah peluang manis dari Drogba pada babak pertama, membuat pendukung dari CISC berteriak spontan karena masih bisa digagalkan Victor Valdes.
GALERI
Stadio Olimpico
http://img175.imagevenue.com/loc31/th_14017_14-19_Olimpico01_122_31lo.JPG (http://img175.imagevenue.com/img.php?image=14017_14-19_Olimpico01_122_31lo.JPG)
Untuk keempat kalinya, Stadio Olimpico di kota Roma dipercaya sebagai penyelenggara final Liga Champion oleh UEFA. Tahun ini, final digelar pada 27 Mei. Tiga kesempatan sebelumnya adalah 1977, 1984, dan 1996.
Olimpico adalah markas tim nasional Italia, demikian pula menjadi kandang untuk dua klub ibukota Italia, AS Roma dan SS Lazio. Akan tetapi, seperti halnya stadion lain di Italia, Olimpico tidak dimiliki oleh Roma dan Lazio, melainkan pemerintah kota Roma. Para suporter Lazio berlokasi di Vurva Nord. Ada yang mengatakan lebih baik untuk tidak duduk di tribun Utara itu, karena suporter Lazio yang ada di sana tergolong kategori hardcore. Kecuali, tentu saja, jika Anda ingin merasakan atmosfir ala suporter Lazio.
FOOTBALL GAME
Street Football
Kumpulkan Teman, Adu Kuat di Jalanan
Bagi sebagian orang situs jejaring sosial Facebook, Friendster, atau yang sejenis kini seperti sudah menjadi bagian dari keseharian. Fungsinya tak lagi sebatas mencari kawan lama. Supaya orang tidak bosan, banyak hal yang juga ditawarkan di sana termasuk gim online. Umumnya gim di sini tampilan maupun skenarionya relatif sederhana dengan melibatkan teman-teman kita. Gim Street Football salah satu di antaranya. Gim ini adanya di Facebook. Ceritanya, kita adalah pengelola tim yang terdiri dari 10 pemain. Dua orang kiper dan sisanya adalah pemain lapangan. Tentu saja untuk membentuk sebuah tim harus ada sembilan orang lain yang terlibat. Tapi, mereka tak harus benar-benar bergabung. Cukup dengan memiliki daftar teman minimal orang, maka tim simulasi sepak bola jalanan sudah bisa dibentuk.
SURFING
FrontlineFootball.com
Jurnalis Ala Fan
Final Liga Champion musim ini akan segera bergulir, siapa yang menang tentu layak ditunggu. Jika ingin liputan dengan sisi lain, maka cobalah berkunjung ke situs ini. Bayangkan seorang fan sebuah klub sepakbola merasa bosan menonton pertandingan tim kesayangannya yang berkesudahan 0-0. “Basi, ah!” Mungkin begitu pikirnya. Di pagi hari di koran-koran ternyata yang ada adalah ulasan pertandingan yang alot, menegangkan, dan taktis. Dia tentu bisa memiliki pendapat yang berbeda.
Pendapat seorang penggemar macam itu biasanya disampaikan langsung dalam diskusi bersama teman-teman. Sebagian lagi mungkin menerbitkan opini dalam tulisan di blog pribadi, misalnya. Tapi, ulasan dalam blog pribadi biasanya hanya berisi berita mengenai satu atau dua klub saja. Kalau kita ingin informasi yang lebih beragam harus mengunjungi blog lainnya. Bagaimana kalau dikumpulkan saja?
EXTRA TIME
http://img19.imageshack.us/img19/2288/33canna.th.jpg (http://img19.imageshack.us/my.php?image=33canna.jpg)
Fabio Cannavaro "Mickey For Calcio"
Carly Zucker "Berpikir Positif"
Ivan Klasnic "Menuntut Werder Bremen"
:sonic:
Special Edition Final Liga Champion
=== Barcelona vs Manchester United ===
10 Tahun Treble Winners Man Utd
Silahkan Klik utk perbesar...
http://img208.imagevenue.com/img.php?image=11922_91-MEI09_122_127lo.jpg (http://img253.imagevenue.com/img.php?image=08344_90-APRIL09_122_117lo.jpg) http://img208.imagevenue.com/loc127/th_11922_91-MEI09_122_127lo.jpg (http://img208.imagevenue.com/img.php?image=11922_91-MEI09_122_127lo.jpg)
IN-DEPTH STORY
The Real Final
Final Idaman "Barcelona vs Man Utd"
MATCH FACTS
- Manchester United berambisi menjadi juara Liga Champion untuk keempat kalinya sekaligus menyamai rekor Nottingham Forest dan Liverpool yang mampu jadi juara dua kali berturut-turut.
- Barcelona berupaya menjadi juara Liga Champion untuk ketiga kalinya sekaligus meniru prestasi AC Milan yang sukses jadi juara Liga Champion 2006/07 di tengah kepungan tiga kontestan asal Inggris (Chelsea, Liverpool, dan Manchester United).
-Sejauh ini Lionel Messi menjadi top skorer Liga Champion 2008/09 ini dengan mencetak delapan gol. Sedangkan Cristiano Ronaldo tercatat sebagai pemain yang paling banyak melakukan shot on target yakni 32 kali.
-Sir Alex Ferguson berambisi mencatatkan diri sebagai pelatih Manchester United yang sukses membawa skuadnya tiga kali meraih sebagai juara Liga Champion.
-Jika Barcelona meraih trofi Liga Champion 2008/09 ini, Josep Guardiola akan mencatatkan diri sebagai pelatih termuda di pentas Liga Champion yang mampu membawa skuadnya sebagai juara. Kini dia telah berusia 38 tahun.
10 TAHUN TREBLE WINNERS
MANCHESTER UNITED
1999 – 2009
Mei 2009, tepat 10 tahun yang lalu Manchester United mengukir prestasi mencengangkan: Treble Winners. Red Devils menjadi juara Premiership, lalu merebut Piala FA, dan kemudian trofi Liga Champion. Semuanya dirangkum dalam semusim, yaitu musim kompetisi 1998-99.
Sukses itu terasa spesial karena United melakukannya ditengah persaingan domestik yang keras serta belum ada lagi klub Inggris yang sukses di Eropa setelah terakhir kali Liverpool melakukannya pada 1984.
Bukan sebuah ungkapan bombastis apabila kemudian manajer Alex Ferguson menyebut United’99 adalah pasukan yang keras kepala, tidak punya belas kasihan, dan terlahir sebagai juara. Bagi Ferguson pribadi, prestasi treble membuatnya dianugerahi gelar ”Sir” oleh kerajaan Inggris.
Tidak mudah untuk mencetak prestasi akbar seperti ini. Karena itu, sukses treble winner 1998-99 yang ditorehkan United pantas untuk diingat, disimak, serta menjadi pelajaran, bagaimana sesuatu yang mustahil bisa direalisasikan lewat kegigihan, kerja-keras, serta mental nan kukuh.
Football Glamour
Sylvie van der Vaart
Netherlands’ Best Dressed Woman
http://img413.imageshack.us/my.php?image=1213sylvie01.jpghttp://img413.imageshack.us/img413/5064/1213sylvie01.th.jpg (http://img413.imageshack.us/my.php?image=1213sylvie01.jpg)
Kalau di Inggris ada Victoria Beckham, maka Belanda punya Sylvie van der Vaart. Istri gelandang tim nasional Belanda, Rafael van der Vaart, itu dikenal sebagai model, bintang film, dan presenter televisi. Di Eropa, setidaknya di Belanda dan Jerman, nama Sylvie van der Vaart beken bukan main.
Februari lalu, ia muncul di Amsterdam untuk menerima penghargaan sebagai Wanita Belanda Berbusana Terbaik versi majalah mode keluaran Negeri Kincir Angin, Jackie. Sebelum menikah dengan Van der Vaart, Sylvie lebih dulu dikenal sebagai Sylvie Meis, atau lengkapnya Sylvie Francoise Meis. Menurut situs The Internet Fashion Database, ukuran vital Sylvie adalah tinggi 172 cm, lingkar dada 80 cm, cup ukuran C, lingkar pinggang 71 cm, dan lingkar pinggul 86 cm. Nyonya Van der Vaart ini lahir di Breda, Noord-Brabant, 13 April 1978. Sejak berusia 18 tahun, Sylvie memutuskan untuk menjadi model. Kemudian, wajahnya pun muncul dalam berbagai pose yang dikeluarkan oleh agen-agen model.
Football Celebrity
Relient K
Must Have Done Football
http://img260.imagevenue.com/loc166/th_18088_20-21-RelientK_122_166lo.jpg (http://img260.imagevenue.com/img.php?image=18088_20-21-RelientK_122_166lo.jpg)
Tidak selamanya Amerika jadi surga industri musik. Hal ini dirasakan oleh Relient K, band pop rock asal Ohio ini malah menyeberang ke daratan Inggris Raya setelah lagu andalannya Must Have Done Something Right mendapat sambutan besar di sana. Terima kasih kepada sepak bola yang mereka masukkan dalam video klip lagu itu. Berkat olah raga yang tidak populer di AS inilah mereka makin dikenal di seluruh dunia setelah lagu hits-nya itu masuk dalam chart Billboard 100 hit songs.
“From now on, we must have done football,” canda Matthew Thiessen, gitaris dan pencipta lagu Relient K. Kesuksesan ini bagi Thiessen dianggap seperti pecah telur, ia banting tulang menjaga keutuhan band yang sejak berdiri pada 1998 terus saja berganti komposisi dan juga harus mempertahankan kontrak dengan perusahaan rekaman yang sempat menolak beberapa demo album yang berisikan lagu hits ini. Lagu Must Have Done Something Right ini adalah lagu andalan yang diambil dari album kelima mereka “Five Score and Seven Years Ago”.
Football & Music
UEFA CHAMPIONS LEAGUE THEME SONG
ALUNAN NADA KEMEGAHAN
http://img139.imagevenue.com/loc1070/th_19072_28-29Royal_Philharmonic1_122_1070lo.JPG (http://img139.imagevenue.com/img.php?image=19072_28-29Royal_Philharmonic1_122_1070lo.JPG)
Bila suka melihat tayangan live pertandingan Liga Champion di salah satu televisi Indonesia kala dini hari, kita pasti mendengar lagu tema Liga Champion di awal dan akhir siaran. Biasanya kita cuma dapat mendengar jernih kata Champion di ujung lagu tersebut. Walau begitu atmosfer yang tercipta lewat lagu ini terasa megah untuk didengar dan dinikmati. Lagu ini diberi dijudul Champions League.
Tahun 1992, UEFA (Badan Sepakbola Eropa) meminta komposer asal Inggris Tony Britten membuat lagu tema Liga Champion. Lalu Britten mengaransemen bagian dari simfoni Coronations Anthem yang berjudul “Zadok the Priest” karya komposer era Baroque, George Frideric Handel. Lagu ini kemudian dinyanyikan oleh koor Academy of St. Martin in the Fields dengan diiringi musik dari Royal Philharmonic Orchestra.
More Than A Match
Francesco Totti
Matikan Lampu Untuk Earth Hour
http://img221.imagevenue.com/loc205/th_19299_30-31-TOTTI_122_205lo.jpg (http://img221.imagevenue.com/img.php?image=19299_30-31-TOTTI_122_205lo.jpg)
Apakah Anda ikut mematikan lampu selama gerakan Earth Hour pada Sabtu, 28 Maret 2009, pukul 20.30 hingga 21.30 WIB? Kalau iya, berarti Anda bergabung bersama gerakan dunia bekerja sama dengan World Wildlife Fund (WWF) untuk mengambil tindakan mengatasi Global Warming. Salah satu pendukung gerakan ini adalah “Pangeran Roma” Francesco Totti yang secara simbolik mematikan lampu Colosseum Roma.
Dua hari sebelum hari gerakan ini digelar layaknya seorang pemimpin, kapten AS Roma ini menghimbau penduduk ibukota Italia itu untuk ikut aktif secara bersama-sama. “Saya menghimbau penduduk Roma untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dengan ikut serta, kita membuktikan kepedulian untuk dunia yang semakin tua,” ujar Totti dalam situs resmi WWF.
Football & Leader
José Luis Rodríguez Zapatero
Més que un Barça!
http://img16.imagevenue.com/loc876/th_19585_94-95_Zapatore3_122_876lo.jpg (http://img16.imagevenue.com/img.php?image=19585_94-95_Zapatore3_122_876lo.jpg)
Futbol Club Barcelona, kerap disapa Barça (baca: Barsya), merefleksikan eksistensinya dengan moto Més que un club. Lebih dari sebuah klub. Ini kalimat bersayap, sebab ‘lebih dari sebuah klub’ itu artinya sebuah visi, tujuan, harapan— yang entah sampai kapan harus diraih.
Dalam 120 tahun petualangannya (berdiri 29 November 1899), klub ekslusif ini sulit dicegah untuk tidak mengakuisisi nama wilayah mereka berada. Barcelona sebuah kota atau sebuah klub sepak bola? Més que un club adalah filosofi, value system, upaya memahami dan menginterpretasikan olahraga dan dunia di mana mereka hidup. Label Barça lebih dari soal nasionalisme, demokrasi atau anti-kemapanan. Betulkah?
Madrid, April 2006. Dua pekan jelang final Liga Champion di Paris, José Luis Rodríguez Zapatero mendapat kejutan yang tak diduga. Saat berpidato di depan simpatisan Partai Sosialis Pekerja yang dipimpinnya, tiba-tiba dia dicemooh, dihujat dan dimaki ribuan peserta. Apa pasal? Sepele. Tapi barangkali juga tidak. Sebagai bumbu orasinya, PM Spanyol sejak 2004 ini rupanya percaya Barcelona akan menjuarai Liga Champion.
NUKILAN BUKU
WHEN FRIDAY COMES, FOOTBALL IN WAR ZONE
WAJAH SEPAKBOLA IRAK
http://img268.imagevenue.com/loc529/th_19802_DSC00126_122_529lo.jpg (http://img268.imagevenue.com/img.php?image=19802_DSC00126_122_529lo.jpg)
Perang dan sepakbola adalah dua hal yang kontradiksi. Namun perang dan sepakbola adalah dua fakta yang tengah terjadi di Irak. Yah, saat ini Irak tengah dikoyak-koyak peperangan yang melibatkan kaum Sunni, Shiah, Kurdi, serta pasukan Sekutu yang dipimpin AS. Walau begitu, sepakbola tak pernah hilang dari benak rakyat Irak. Bahkan sepakbola jadi lambang perdamain dan persatuan Irak.
Hal inilah yang diungkapkan James Montague, koresponden BBC sekaligus penulis buku, dalam bukunya, When Friday Comes, Football In The War Zone. Montague memaparkan sepakbola di tengah-tengah daerah konflik, salah satunya di Irak, khususnya di wilayah bagian utara yang biasa disebut Irak Kurdi. Dia pun mengungkapkan betapa sepakbola terbukti mampu menghapuskan sekat-sekat perbedaan diantara rakyat Irak.
SOSOK
Gerard Pique Bernabeu
Barcelona’s Powerful Guard
http://img21.imagevenue.com/loc803/th_18721_22-27_Pique12_122_803lo.jpg (http://img21.imagevenue.com/img.php?image=18721_22-27_Pique12_122_803lo.jpg)
Empat tahun berdomisili di Inggris, Pique disambut bak anak hilang di Barcelona. Situs resmi Barcelona membuatkan satu halaman feature khusus untuknya, berisi tentang kisah-kisah kembalinya Pique.
Beberapa saat setelah menandatangani kontrak yang mengikatnya dengan Barcelona selama empat musim, bek berusia 22 tahun ini mengatakan bermain di Barcelona adalah impiannya.
“Saya selalu memimpikan untuk bisa kembali ke Barcelona. Ketika saya pergi, saya pikir akan sangat sulit untuk bisa kembali, ternyata tidak demikian adanya,” kata Pique, ketika diwawancara oleh Barca TV, seraya menyebutkan bahwa kembali ke Barcelona adalah pilihan pertama dan satu-satunya.
Pengalaman – sebagai pesepak bola dan di kehidupan pribadi -- didapat Pique dari Manchester United dan juga ketika ia dipinjamkan ke Real Zaragoza.
“Saya mengalami sangat banyak kemajuan, baik itu di kehidupan pribadi maupun sebagai pesepak bola. Sebagai pesepak bola, saya banyak belajar karena dikelilingi pemain-pemain kelas dunia. Bersama Manchester, saya pernah memenangi Liga Champion. Saya berharap bisa mengulangnya bersama Barcelona,” kata Pique.
LIGA INGGRIS
=== Laporan Langsung Darojatun dari Inggris ===
Trio Inggris di Semifinal Liga Champion 2008/09
Berjayalah Sebelum Dikebiri Pajak dan Kelesuan Poundsterling
http://img245.imageshack.us/img245/6910/dsc00770t.th.jpg (http://img245.imageshack.us/my.php?image=dsc00770t.jpg)
Rata-rata pemain milik big four Inggris itu terikat kontrak selama minimal tiga tahun. Jadi, tidak perlu khawatir bahwa resesi ekonomi di semester kedua 2008 bakal langsung berimbas pada kualitas klub-klub Premier League di tatanan Eropa. Benar? Salah!
Ya, semula efek krisis ekonomi dianggap tidak bisa menjadi sebuah tsunami yang mendadak menggusur para jagoan Premiership dari Liga Europa dan Liga Champion.
Efek persoalan ekonomi 2008 baru terasa ketika masa kontrak pemain pilar habis di medio 2011 atau 2012. Nah, pada saat itu kondisi finansial klub seperti Manchester United, Liverpool, Chelsea, dan Arsenal, jelas sudah kembali membaik.
Kesimpulan yang dibuat dalam kolom sepak bola Guardian dan The Telegraph itu valid tanpa sebuah variabel yang tidak terduga-duga muncul di akhir April kemarin.
Tak disangka-sangka pemerintah Inggris menyikapi kelesuan nilai poundsterling terhadap mata uang Euro dengan meluncurkan paket perpajakan baru. Ini sejalan dengan niat negara-negara di United Kingdom untuk menaikkan pendapatan umum negara lewat pajak sebesar hingga 40% - 50%!
LIGA ITALIA
10 Alasan Bencana Italia di Eropa
http://img516.imageshack.us/img516/9141/7475berlusconi.th.jpg (http://img516.imageshack.us/my.php?image=7475berlusconi.jpg)
Badai itu belum mau berlalu. Ironis, jalan menuju Roma bahkan tidak ada wakil Italia yang sudah terkikis habis sejak di perdelapanfinal Liga Champion musim ini. Terakhir, wakil calcio di “kasta kelas dua” Piala UEFA habis setelah Udinese kalah dari Werder Bremen di perempatfinal. Untuk kedua kalinya, wajah Italia di Eropa harus tercoreng. Tidak satupun klub Serie A mampu menembus babak 16 besar Liga Champion, sementara Udinese ternyata masih lebih beruntung ketimbang klub lain. Di sisi lain, Premier League kembali menempatkan 3 wakil di semifinal dalam 3 musim beruntun. Jelas harus ada yang dilakukan, namun klenik siklus 10 tahunan juga menarik untuk disimak. Setidaknya ada 10 alasan mengapa klub Serie A kembali gagal di Eropa.
Italia di Liga Champion
Selamat Datang Milan
http://img219.imageshack.us/img219/7512/7881inzaghi.th.jpg (http://img219.imageshack.us/my.php?image=7881inzaghi.jpg)
Beberapa hari belakangan ini suasana Milanello, pusat latihan AC Milan, sangat sumringah sekali. Lagu “Take A Bow” dari Rihanna (bukan lagu Madonna yang punya judul sama) kerap terdengar lantang sejak pagi-pagi. Lagu artis RnB asal AS yang dua kali gagal datang ke Jakarta itu rupanya menjadi gambaran suasana baru di Rossoneri, Clarence Seedorf dan Ronaldinho menjadi pemain yang paling enjoy menikmati lagu sambil antri mengambil sarapan. Ya, kemenangan beruntun di bulan April membuat Milan kini sudah memesan satu tiket ke Liga Champion musim depan. Internazionale Milano, AC Milan dan Juventus adalah wakil ideal Italia di kancah Eropa.
Serie A punya 4 tiket untuk berlaga di Liga Champion, 3 besar langsung lolos ke penyisihan grup dan satu lagi harus bermain lebih dulu dari babak kualifikasi. Melihat dari pengalaman dua tahun lalu, Rossoneri sukses merebut gelar juara meski mereka dirundung tekanan pasca Calciopoli. Para pemain kini terlihat lebih rileks dan Carlo Ancelotti menyatakan bahwa mereka tidak lagi bernafsu merebut gelar Scudetto setelah kemenangan atas Palermo 3-0 di giornata ke-33. Keyakinan itu seperti bertuah manis, karena disaat bersamaan eks gelandang Rossoneri, Roberto Donadoni, sukses memimpin anak asuhnya menumbangkan juara bertahan Inter 1-0.
Benvenuto Genoa!
http://img509.imageshack.us/img509/1176/8283genoa.th.jpg (http://img509.imageshack.us/my.php?image=8283genoa.jpg)
Hanya butuh 3 musim Genoa bisa kembali ke pentas Eropa. Berawal dari promosi ke Serie A bersama Juventus dan Napoli pada 2006/07, Il Grifone membuat tifosi kembali bernostalgia akan masa-masa emas pada abad ke-20 saat mereka pernah meraih 9 Scudetti dan hingga sekarang Genoa masih masuk dalam 4 besar peraih gelar juara terbanyak setelah Tridente Utara, Juventus, AC Milan dan Inter.
Ya, Genoa adalah salah satu kekuatan Utara yang hilang cukup lama. Pamornya sempat hilang ditelan oleh rival sekota, Sampdoria. Dengan stok pemain bongkar-pasang, klub yang sudah berdiri sejak 1893 ini ternyata bisa membuat perhitungan dengan pesaingnya. Memang hingga kini Genoa belum mampu mengganggu hegemoni Tridente Utara itu, tapi setidaknya posisi tawar klub milik Giambattista Pastorello ini menjadi lebih baik. Tidak hanya pertarungan mereka di zona Eropa, tapi juga hak siar mereka musim depan yang diyakini akan terdongkrak naik.
LIGA SPANYOL
Spanyol untuk Liga Champion 2009-2010
Barcelona, Madrid, …, …
http://img16.imageshack.us/img16/1111/8689henry.th.jpg (http://img16.imageshack.us/my.php?image=8689henry.jpg)
Terakhir kali, Real Madrid menjadi juara di Liga Champion adalah musim 2001-2002. Sejak itu, tujuh musim telah berlalu dan Real Madrid masih penasaran bagaimana caranya menggenapi ruang trofi dengan La Decima, trofi ke-10 di Liga Champion.
Soalnya, musim jaya terakhir kalinya itu, Madrid kesulitan untuk bisa terus disebut sebagai The Best Club in History.
Jika Anda pernah masuk ke ruang trofi Stadion Santiago Bernabeu, dulu pernah ada sebuah plakat besar di pintu masuk. Tulisannya sebagai berikut:
"Trophies tell the whole story, [they are] the result of wise presidential administrations, the talent of great players, the fascinating power of an impressive stadium and the unswerving support of Spain's most loyal and numerous fans."
Di dalam ruangan itu tersimpan berbagai jenis trofi. Trofi-trofi itu sudah dipindah ke museum, demikian pula dengan plakatnya. Kalau dilihat jumlahnya, kita akan sangat setuju Madrid adalah klub terbaik sepanjang sejarah.
LIGA JERMAN
ASA DI TANGAN HEYNCKES
http://img524.imageshack.us/img524/4048/9091heynckes.th.jpg (http://img524.imageshack.us/my.php?image=9091heynckes.jpg)
Pertarungan merebut gelar juara Bundesliga plus tiket ke Liga Champion dipastikan berlangsung ketat hingga partai pamungkas. VfL Wolfsburg, Hertha Berlin, Bayern Muenchen, VfB Stuttgart, dan HSV Hamburg punya peluang setara. Saat kritis ini, di penghujung musim, Bayern justru terlalu berani menunjuk Josef ‘Jupp’ Heynckes menggantikan Juergen Klinsmann yang dinilai gagal. Kini mampukah Heynckes jadi penyelamat ambisi FC Hollywood?
Selisih poin antar kelima kontestan ini cuma tipis. Contohnya, hingga spieltag ke-29, Wolfsburg memimpin di puncak klasemen sementara dengan 57 poin. Hertha Berlin bertengger di peringkat kedua mengumpulkan 55 poin. Sementara Bayern Muenchen (peringkat ketiga), Stuttgart (peringkat keempat), serta SV Hamburg (peringkat kelima) sama-sama mengantongi 54 poin. Ya, Bayern hanya unggul selisih gol dibandingkan Stuttgart dan Hamburg.
LIGA BELANDA
Giliran AZ
http://img413.imageshack.us/img413/2832/9293az.th.jpg (http://img413.imageshack.us/my.php?image=9293az.jpg)
Kapan terakhir kali juara Eredivisie bukan Ajax, Feyenoord, atau PSV? Harus nyontek dulu, karena itu sudah terjadi dahulu kala. Okay, ini dia. Terakhir kali adalah musim 1980-1981 dengan juaranya adalah AZ’67, yang merupakan cikal bakal AZ Alkmaar, pemimpin klasemen musim ini. Sedikit kilas balik. Sejak Eredivisie modern diperkenalkan pada musim 1956-1957, baru ada empat klub selain De Grote Drie alias The Big Three tersebut yang bisa menjadi juara. Mereka adalah DOS (1957-1958; DOS kemudian merger dengan Elinkwijk dan Velox membentuk FC Utrecht), Sparta Rotterdam (1958-1959), DWS (1963-1964, sekarang adalah klub amatir), dan AZ’67. Sisanya, Ajax menjadi juara sebanyak 22 kali, PSV 18 kali, dan Feyenoord 9 kali. Musim ini menjadi musim terburuk sepanjang sejarah Si Tiga Besar.
Dengan empat partai tersisa, besar peluang AZ Alkmaar untuk mengulang sukses 1981. Di bawah asuhan Louis van Gaal, Mounir El Hamdaoui dan kawan-kawan mendominasi Eredivisie.
VISI ARIEF NATAKUSUMAH
The Art of Arséne Wenger
EMPAT FRAGMEN kecil ini menunjukkan bagaimana Arsenal sekarang ini dan kesan terhadap koreografernya.
Fragmen 1. Siapa tak kenal Paul Charles Merson? Dia adalah salah satu bintang Arsenal di akhir 80-an dan awal 90-an. Kariernya di Highbury stop begitu Arsene Wenger tiba. Merse sebenarnya diperlukan, tapi dia lebih butuh duit dari Middlesbrough. Dimaklumi. Dia “BU” lantaran gemar judi dan arak. Lagi pula dia takut hobinya itu digelontor habis Le Boss.
Namun di Minggu malam, 8 Februari 2009, anak London asli kelahiran 20 Maret 1968 itu unjuk sesuatu yang minimal, bikin publik Gunners jadi lebih kompak. Baru setengah jam lebih nonton derby Tottenham Hotspur vs Arsenal, istri dan anak bahkan barangkali juga anjingnya, kaget setengah mati lantaran Merse memecahkan televisi plasmanya!
Alamak, kenapa dia? Apakah mabuknya kambuh lagi? Bukan, bukan itu. Dia murka besar usai melihat Emmanuel Eboue dikartumerah wasit Mike Dean. Tak jelas dia marah kepada Dean atau Eboue. Bisa juga kecewa karena gara-gara itu, Arshavin gagal debut. Pastinya, Merse pasti kesal berat sebab Arsenal memang terbukti urung menang atas Spurs.
INSPIRASI DEDI RINALDI
Jantungan Ala Premiership
Sekarang, para tim medis klub di Inggris diharapkan tidak lagi hanya terfokus mengurusi pemain ketika pertandingan berlangsung. Ada tambahan pekerjaan yang mungkin ke depan bakal menjadi trend, yaitu memperhatikan para manajer.
Setidaknya peristiwa yang dialami manajer Chelsea, Guus Hiddink kala menyaksikan pasukannya bertemu Liverpool di perempatfinal Piala Champion bisa dijadikan contoh. Tensi pertadingan yang tinggi ternyata ikut pula menaikkan detak jantung sang manajer.
Dengan usia manajer yang rata-rata diatas 40 tahun, detak jantung meninggi bukanlah hal yang bagus untuk kesehatan. Bagi kalangan medis, hal itu bisa memacu kematian. Apalagi, Hiddink telah berusia 62 tahun.
Pertandingan perempatfinal antara Chelsea kontra Liverpool yang berakhir 4-3 itu memang menegangkan. Kala itu Hiddink mengaku bahwa detak jantungnya mencapai 180 per menit. Bagi pria seusianya detak jantung maksimal seharusnya 160 per menit.
Lakon
Rumput dan “Akar Rumput”
Gara-gara rumput New Wembley yang amburadul, Arsenal atau Manchester United urung jadi juara Piala FA. Hanya kesebelasan yang ‘berjiwa’ off-road saja yang mampu ke final. Ini di Inggris. Di Indonesia, cerita soal rumput justru bukan soal final atau siapa yang juara sebab sudah jauh panggang dari api. Keluar dari rel-nya.
“Ah, masalah rumput tidak usah dibesar-besarkan,” ujar seorang presiden sebuah partai politik terkemuka. Pernyataan ini keluar saat Jakarta gempar akibat rusaknya lapangan stadion paling terhormat di republik ini.
Stadion yang pernah menggelar ajang olahraga Asian Games, GANEFO, SEA Games, bahkan PON, mengundang decak kagum David Platt, gelandang tim nasional Inggris awal 90-an. “Main di stadion sebesar dan semegah ini, membuat saya merasa sangat bangga, pengalaman tak terhingga.”
INJURY TIME
Thierry Henry dan Cedera Lutut
Bahaya Meliuk-liuk
http://img99.imageshack.us/img99/8424/9697henry1.th.jpg (http://img99.imageshack.us/my.php?image=9697henry1.jpg)
Bermain cantik di tengah lapangan adalah hal yang sangat menyenangkan untuk dilihat. Banyak pemain bintang yang menjadi idola karena aksinya yang menghibur, beberapa diantaranya adalah Diego Maradona, Pele, Kaka, Ronaldinho, Ronaldo, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi hingga Carlos Tevez. Tapi tahukah Anda bahwa aksi pemain-pemain itu tidak hanya menarik, melainkan membahayakan diri sendiri. Semakin sering pemain meliuk-liuk dan berakselerasi, maka ia akan semakin rentan cedera. Salah satunya tentu Thierry Henry yang diusianya yang diatas 30 makin sering didera cedera lutut.
Pemain sepak bola tidak jauh dari pembalap motor. Semakin cerdik dia berakselerasi, maka bahayanya akan selalu mengirinya. Dunia balap tentu mengenal Wayne Rainey yang harus mengakhiri karier balapnya setelah kecelakaan tragis yang membuatnya lumpuh. Ia dikenal sebagai pembalap yang penuh perhitungan dan banyak memberikan konsultasi gratis kepada siapapun termasuk rivalnya. Demikian dengan Titi, ia dikenal sangat matang dalam bermain. Punya visi yang baik dan bermain dengan gaya percaya diri yang tinggi.
REFEREE INSIDE
Tutup Celah Aksi Rasisme
http://img232.imageshack.us/img232/6213/98platini.th.jpg (http://img232.imageshack.us/my.php?image=98platini.jpg)
Diskriminasi dalam berbagai bentuk adalah tindakan yang tidak manusiawi. Di Amerika Serikat rasisme malah disamakan dengan wabah. Sebab, rasa benci kepada mereka yang dianggap berbeda itu bisa menular dari satu individu ke individu lain. Salah satunya adalah diskriminasi warna kulit.
Dalam dunia sepak bola, upaya untuk mengenyahkan wabah satu itu sudah cukup lama dikampanyekan. Contohnya Football Against Racism in Europe (FARE). Gerakan yang dibiayai komisi pemkot Eropa itu mengawalinya pada awal 1996. Namun, lebih dari 10 tahun berselang benih-benih kebencian terhadap sesama manusia itu masih merajalela.
Bulan lalu isu rasisme mencuat lagi di Italia. Bahkan, kali itu melibatkan dua klub raksasa, Inter Milan dan Juventus. Padahal sudah sejak lama negeri Pizza didatangi imigran dari belahan dunia lain. Nyatanya, rasisme bukan tidak umum di lingkaran bisnis sepak bola di sana. Untuk yang sudah-sudah biasanya pelanggar hanya didenda sejumlah uang. Tapi, kasus yang menimpa Mario Balotelli kala itu berbuntut panjang.
PSSI-WATCH
Piala Dunia dan Guus Hiddink
-- Free T-Shirt --
Next Topic -- Deadline 25 Mei 2009 --
“Mengingat banyaknya penafsiran yang keliru soal aturan permainan, perlukah para manajer, klub, ofisial serta pemain diberi pendalaman materi aturan? Bagaimana menurut Anda?” Silahkan kirim opini Anda ke bolavaganza@gmail.com dengan subyek PSSI-Watch
KOMUNITAS BOLAVAGANZA
CISC Kerja Bareng IndoBarca
http://img2.imageshack.us/img2/1083/110nobarca3.th.jpg (http://img2.imageshack.us/my.php?image=110nobarca3.jpg)
Nonton bareng pertandingan sepak bola kurang seru kalau tidak ada suporter tim lawan. Untuk itulah Rabu (29/4) dini hari lalu acara nonbar Semifinal I Liga Champion Barcelona vs Chelsea, kami kerja bareng dengan pendukung IndoBarca.
Komunitas suporter Barca Indonesia itu sebagai tuan rumah pada pertandingan tersebut mengundang CISC (Chelsea Indonesia Supporters Club) ke IBM Hanggar Futsal, Pancoran. Nobar dihadiri sekitar 100 suporter dari kedua kubu. Acara berlangsung meriah tapi menegangkan, meskipun pertandingan berakhir imbang tanpa gol.
Banyaknya peluang dan agresifnya serangan dari Barcelona membuat IndoBarca bersemangat menyanyikan lagu-lagu dukungan untuk tim kesayangannya. Meski Chelsea bermain sebagai tim tamu dan bermain defensif, CISC pun tak mau kalah dalam soal menyanyikan chants. Sebuah peluang manis dari Drogba pada babak pertama, membuat pendukung dari CISC berteriak spontan karena masih bisa digagalkan Victor Valdes.
GALERI
Stadio Olimpico
http://img175.imagevenue.com/loc31/th_14017_14-19_Olimpico01_122_31lo.JPG (http://img175.imagevenue.com/img.php?image=14017_14-19_Olimpico01_122_31lo.JPG)
Untuk keempat kalinya, Stadio Olimpico di kota Roma dipercaya sebagai penyelenggara final Liga Champion oleh UEFA. Tahun ini, final digelar pada 27 Mei. Tiga kesempatan sebelumnya adalah 1977, 1984, dan 1996.
Olimpico adalah markas tim nasional Italia, demikian pula menjadi kandang untuk dua klub ibukota Italia, AS Roma dan SS Lazio. Akan tetapi, seperti halnya stadion lain di Italia, Olimpico tidak dimiliki oleh Roma dan Lazio, melainkan pemerintah kota Roma. Para suporter Lazio berlokasi di Vurva Nord. Ada yang mengatakan lebih baik untuk tidak duduk di tribun Utara itu, karena suporter Lazio yang ada di sana tergolong kategori hardcore. Kecuali, tentu saja, jika Anda ingin merasakan atmosfir ala suporter Lazio.
FOOTBALL GAME
Street Football
Kumpulkan Teman, Adu Kuat di Jalanan
Bagi sebagian orang situs jejaring sosial Facebook, Friendster, atau yang sejenis kini seperti sudah menjadi bagian dari keseharian. Fungsinya tak lagi sebatas mencari kawan lama. Supaya orang tidak bosan, banyak hal yang juga ditawarkan di sana termasuk gim online. Umumnya gim di sini tampilan maupun skenarionya relatif sederhana dengan melibatkan teman-teman kita. Gim Street Football salah satu di antaranya. Gim ini adanya di Facebook. Ceritanya, kita adalah pengelola tim yang terdiri dari 10 pemain. Dua orang kiper dan sisanya adalah pemain lapangan. Tentu saja untuk membentuk sebuah tim harus ada sembilan orang lain yang terlibat. Tapi, mereka tak harus benar-benar bergabung. Cukup dengan memiliki daftar teman minimal orang, maka tim simulasi sepak bola jalanan sudah bisa dibentuk.
SURFING
FrontlineFootball.com
Jurnalis Ala Fan
Final Liga Champion musim ini akan segera bergulir, siapa yang menang tentu layak ditunggu. Jika ingin liputan dengan sisi lain, maka cobalah berkunjung ke situs ini. Bayangkan seorang fan sebuah klub sepakbola merasa bosan menonton pertandingan tim kesayangannya yang berkesudahan 0-0. “Basi, ah!” Mungkin begitu pikirnya. Di pagi hari di koran-koran ternyata yang ada adalah ulasan pertandingan yang alot, menegangkan, dan taktis. Dia tentu bisa memiliki pendapat yang berbeda.
Pendapat seorang penggemar macam itu biasanya disampaikan langsung dalam diskusi bersama teman-teman. Sebagian lagi mungkin menerbitkan opini dalam tulisan di blog pribadi, misalnya. Tapi, ulasan dalam blog pribadi biasanya hanya berisi berita mengenai satu atau dua klub saja. Kalau kita ingin informasi yang lebih beragam harus mengunjungi blog lainnya. Bagaimana kalau dikumpulkan saja?
EXTRA TIME
http://img19.imageshack.us/img19/2288/33canna.th.jpg (http://img19.imageshack.us/my.php?image=33canna.jpg)
Fabio Cannavaro "Mickey For Calcio"
Carly Zucker "Berpikir Positif"
Ivan Klasnic "Menuntut Werder Bremen"
:sonic: