srna11milan
31 December 2008, 15:14
UEFA sekarang lagi gencar2nya menggalakkan program utk mencegah Rasisme dalam dunia sepakbola. Bukannya blm pernah dilakukan, cuma sekarang sudah ada payung hukumnya. Segala ucapan atau tindakan yang bersifat rasis dan menghina bisa dikenakkan sanksi berat. Nggak cuma pelaku, klub sepakbolanya juga bisa kena karena dianggap tidak bisa mengendalikan suporternya.
Di Inggris, kasus rasisme bisa terjadi baik di luar maupun di dalam lapangan. Para pemain kulit hitam maupun non-Inggris kerap menjadi sasaran cemoohan berbau rasis. Kasus Mido misalnya, ejekan yang dia terima memang tidak bersifat rasis, namun cenderung kea rah penghinaan agama. Ejekan2 yang dia terima sudah berlangsung lebih dari sekali yang dilakukan oleh suporter Newcastle Utd (kuwalat tuh, lihat aja prestasi klub dua musim terakhir). Penanganan kasus rasisme oleh FA dilaksanakan berdasarkan laporan dari wasit maupun pemain yang bersangkutan sekaligus juga bukti rekaman video di stadion. Di luar lapangan, tentunya ada kasus Lee Bowyer yang sempat ditangkap polisi gara2 menganiaya dua pemuda Asia.
Rasisme juga kerap ditemui di Spanyol, terutama yang menimpa para pemain berkulit hitam. Pemain2 seperti Samuel Eto’o dan Yaya Toure juga tidak luput dari “serangan” rasisme. Mantan pelatih timnas Spantol, Luis Aragones, juga sempat kesandung masalah ini ketika dia menyebut Thierry Henry sebagai ‘black shit'.
Wah, kasus Rasisme emang parah banget. Nggak cuma menimpa dua negara di atas, tapi hampir di seluruh belahan dunia. Hanya karena timnya kalah, suporter bisa kelewatan gitu ya. Udah selayaknya kalo segala penghinaan berbau SARA mendapat hukuman berat biar bisa menimbulkan efek jera. Kalo di Indonesia sendiri gimana ya? Hmm……..
Di Inggris, kasus rasisme bisa terjadi baik di luar maupun di dalam lapangan. Para pemain kulit hitam maupun non-Inggris kerap menjadi sasaran cemoohan berbau rasis. Kasus Mido misalnya, ejekan yang dia terima memang tidak bersifat rasis, namun cenderung kea rah penghinaan agama. Ejekan2 yang dia terima sudah berlangsung lebih dari sekali yang dilakukan oleh suporter Newcastle Utd (kuwalat tuh, lihat aja prestasi klub dua musim terakhir). Penanganan kasus rasisme oleh FA dilaksanakan berdasarkan laporan dari wasit maupun pemain yang bersangkutan sekaligus juga bukti rekaman video di stadion. Di luar lapangan, tentunya ada kasus Lee Bowyer yang sempat ditangkap polisi gara2 menganiaya dua pemuda Asia.
Rasisme juga kerap ditemui di Spanyol, terutama yang menimpa para pemain berkulit hitam. Pemain2 seperti Samuel Eto’o dan Yaya Toure juga tidak luput dari “serangan” rasisme. Mantan pelatih timnas Spantol, Luis Aragones, juga sempat kesandung masalah ini ketika dia menyebut Thierry Henry sebagai ‘black shit'.
Wah, kasus Rasisme emang parah banget. Nggak cuma menimpa dua negara di atas, tapi hampir di seluruh belahan dunia. Hanya karena timnya kalah, suporter bisa kelewatan gitu ya. Udah selayaknya kalo segala penghinaan berbau SARA mendapat hukuman berat biar bisa menimbulkan efek jera. Kalo di Indonesia sendiri gimana ya? Hmm……..