PDA

View Full Version : Li Yongbo dan Kesuksesan China


Ryan Ortega
18 May 2008, 12:21
Pernahkan Anda memperhatikan sosok di balik kesuksesan RRC menguasai jagat badminton beberapa tahun terakhir ini? Dia selalu berada di pinggir lapangan setiap pemain RRC tampil, tubuhnya sedikit gempal dan tidak jangkung. Dialah Li Yongbo. Dulunya hanya menjadi pelatih putri RRC tapi sekarang sudah menjadi pelatih kepala.

Kita mengenalnya sebagai pasangan Tian Bingyi ketika masih menjadi pemain dulu (1980-an). Musuh bebuyutannya yang dari Korsel adalah Park Ji bong - Kim Moon Soo. Salah satu pasangan Korea ini juga memimpin Tim Thomas dan Uber Korea saat ini. Musuh beratnya yang dari kita adalah Eddy Hartono Arby - Rudy Gunawan. Namun pasangan kita ini tidak terdengar kiprahnya di dunia bulutangkis setelah pensiun.

Kita lihat, Li Yongboo ini kan "hanya" pemain ganda, tapi dia kok bisa sukses memoles pemainnya yang tidak hanya ganda namun juga di sektor tunggal. Pasangan Cai Yun - Fu Haifeng lahir berkat tangan dinginnya, namun di tunggal juga tak kalah, yakni Xi Xingfang, Lu Lan dan lain-lain.

Agaknya karakter Li Yongbo ini yang membuat RRC begitu tangguhnya saat ini. Dia tak hanya jeli dan cerdas mengamati permainan tapi juga tegas dalam memimpin. Dia dikenal amat disiplin, tidak membedakan para pemainnya. Namun di balik itu dia sesungguhnya tidak selamanya kalem seperti yang kita lihat ketika dia berada di pinggir lapangan. Dia juga memiliki sisi humor, dan pandai mndekati pemainnya. Intinya, dia sosok yang pandai menempatkan diri sebagai pemimpin/pelatih dan bahkan teman si pemain.

Sukses RRC memang bukan hanya karena Li Yongbo, namun juga faktor lainnya. Tapi, apakah kita tidak bisa mencontoh sisi positif yang ditunjukkan Li Yongbo ini? Terserah PBSI sajalah, apakah mau mengontrak seorang Li Yongbo? Atau, cari pelatih dari mantan pemain yang memiliki karakter yang kuat seperti Li Yongbo? Atau, cari pelatih yang berasal dari generasinya Li Yongbo, karena di Korea saat ini juga dipimpin oleh seangkatannya? Kalau begitu, carilah Eddy Hartono atau Rudy Gunawan. Pertanyaannya, di manakah mereka saat ini?

Yaaahh... namanya juga wacana, boleh setuju dan tidak dilarang untuk tidak sepakat... Monggo komentarnya mas/mbak.....

Kalo gak ada yang komen gua malas nulis thread lagi lho... Sepi soalnya...

rookie
19 May 2008, 10:37
:setuju::setuju:.....setuju bro.gak usah nyari pelatih luar negeri deh kynya cukup banyak kan atlet indonesia yg cukup cemerlang di masa jayanya.
untuk sektor putri skr susi susanti sudah mulai terlibat untuk perkembangan bulutangkis indonesia mudah2an susi susanti bisa menjadi li yong bo indonesia...hanya di sektor putra sepertinya msh blm ada perubahan alias para mantan bintang bulutangkis indonesia blm mau turun gunung menangani sektor putra (maap kl salah neh)....moga2 PBSI bisa membujuk mereka yah bro :jempol:

hitam-biru
19 May 2008, 10:41
Li Yongbo pernah terkena kasus dugaan pengaturan hasil pertandingan pada turnamen2 yang mempertemukan pebulutangkis Cina, pengaturan ini bertujuan menaikan peringkat dunia pebulutangkis yang rangkingnya masih di bawah agar bisa masuk Kejuaraan Dunia dan pengaturan unggulan di turnamen2 lain.

biruhati
23 May 2008, 02:40
Li Yongbo pernah terkena kasus dugaan pengaturan hasil pertandingan pada turnamen2 yang mempertemukan pebulutangkis Cina, pengaturan ini bertujuan menaikan peringkat dunia pebulutangkis yang rangkingnya masih di bawah agar bisa masuk Kejuaraan Dunia dan pengaturan unggulan di turnamen2 lain.

Cina memang begitu strateginya. termasuk untuk Olimpiade supaya mereka bisa mengirim sebanyak mungkin atlet mereka.

patut dilihat juga tuh kiprah Rexy di Malaysia. Ganda2 putra Malaysia sekarang udah berbicara banyak semenjak Rexy melatih di sana.

hitam-biru
23 May 2008, 09:11
^^
tetep aja gak fair, emang orang2 cina pada pinter tipu-menipu mungkin.. di web juga banyak yang protes ketipu phising-nya orang2cina (itu mah emang yang ketipu aja apes..)

biruhati
24 May 2008, 04:42
yah emang gak fair. Seperti banyak produk2 China yg sekarang masuk ke Indonesia dg harga murah tanpa kualitas yg mumpuni. Mereka tahu orang2 disini suka yg murah2.